Banyak dari kita bergumul dengan bayangan masa lalu atau kebiasaan buruk yang sulit dilepaskan. Kita mungkin merasa terjebak dalam lingkaran dosa yang sama, meragukan apakah kita benar-benar bisa hidup berbeda, hidup kudus. Perasaan putus asa ini sering muncul ketika kita mencoba melawan godaan dengan kekuatan sendiri, lupa akan perubahan radikal yang telah Tuhan kerjakan dalam hidup kita. Identitas lama seolah terus membayangi, menghalangi kita untuk sepenuhnya melangkah maju dalam kekudusan yang Tuhan inginkan.
Namun, firman Tuhan memberikan fondasi yang kokoh bagi kekudusan kita. Roma 6:3 mengingatkan kita, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?" Ayat ini bukan sekadar ritual air, melainkan deklarasi ilahi tentang identitas baru kita. Kita telah diidentifikasi dengan kematian Kristus, yang berarti diri kita yang lama, yang diperbudak dosa, telah mati bersama-Nya. Ini adalah janji bahwa kuasa dosa atas kita telah dipatahkan, memberikan kita kebebasan untuk hidup bagi kebenaran.
Merespons janji ini berarti dengan sengaja mematikan perbuatan daging dan hidup dalam Roh. Kita dipanggil untuk percaya sepenuhnya pada kebenaran bahwa kita telah mati bagi dosa dan hidup bagi Allah di dalam Kristus Yesus (Roma 6:11). Langkah iman kita adalah secara aktif "menganggap" diri kita mati bagi dosa dan hidup bagi Allah, mempersembahkan anggota-anggota tubuh kita sebagai alat kebenaran. Ini adalah keputusan harian untuk melepaskan identitas lama dan merangkul kekudusan yang telah Kristus sediakan, hidup dalam ketaatan dan kasih kepada-Nya.