Sering kali, ketika kita dihadapkan pada panggilan Tuhan untuk menjadi saksi-Nya atau menghadapi tantangan hidup yang besar, kita merasa tidak berdaya dan kewalahan. Rasa cemas akan ketidakmampuan, keterbatasan diri, atau bahkan ketakutan akan penolakan bisa mencengkeram hati kita. Kita mungkin bertanya-tanya, "Bagaimana mungkin saya bisa melakukan ini?" atau "Apakah saya benar-benar memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi alat di tangan-Nya?" Perasaan ini dapat mengikis keyakinan kita dan membuat kita ragu untuk melangkah maju, bahkan menyerah sebelum memulai.
Namun, di tengah keraguan dan perasaan tidak mampu itu, Tuhan tidak membiarkan kita sendirian. Dia memberikan sebuah janji yang penuh kuasa dan pengharapan yang teguh. Firman-Nya dalam Kisah Para Rasul 1:8 dengan jelas menyatakan, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Ayat ini adalah penegasan bahwa kapasitas kita untuk menjalani hidup dan memenuhi panggilan-Nya tidak bergantung pada kekuatan atau kecakapan kita sendiri, melainkan pada kuasa Roh Kudus yang dicurahkan-Nya. Inilah fondasi pengharapan sejati kita.
Respons kita terhadap janji yang luar biasa ini adalah dengan memegang teguh pengharapan di dalam Dia. Ketika perasaan tidak mampu muncul, kita diingatkan bahwa sumber kekuatan kita adalah Roh Kudus. Langkah iman kita adalah dengan menyerahkan segala ketakutan dan keterbatasan kita kepada Tuhan, dan dengan berani melangkah maju, percaya bahwa Roh Kudus akan melengkapi, menguatkan, dan memimpin kita. Mari kita setiap hari mencari hadirat dan pengurapan Roh Kudus, membiarkan Dia bekerja melalui kita agar kita dapat menjadi saksi-Nya yang efektif, penuh pengharapan, dan berani di mana pun kita berada, sampai ke ujung bumi.