Seringkali, kita terlalu mudah terbawa arus kehidupan, larut dalam kesibukan sehari-hari, dan terlena oleh kenyamanan sesaat. Kita cenderung menunda-nunda untuk mengurus hal-hal rohani, berpikir masih ada banyak waktu di kemudian hari. Sikap lalai dan menunda ini membuat kita rentan terhadap godaan, tidak siap menghadapi tantangan tak terduga, bahkan kehilangan kepekaan terhadap suara Tuhan. Ketika badai kehidupan datang, kita mungkin merasa tidak berdaya karena dasar rohani yang rapuh akibat kelalaian kita.
Namun, firman Tuhan melalui Markus 13:33 memberikan peringatan yang jelas dan penting: "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba." Ayat ini bukan hanya seruan untuk menantikan kedatangan Tuhan di akhir zaman, tetapi juga panggilan untuk hidup dengan kesadaran dan kesiapsiagaan rohani setiap hari. Tuhan mengundang kita untuk tidak hidup dalam ketakutan akan masa depan yang tidak pasti, melainkan dalam kewaspadaan yang lahir dari iman dan ketaatan, agar kita selalu siap menghadapi setiap musim kehidupan.
Merespons panggilan ini, langkah iman kita adalah dengan sungguh-sungguh mempraktikkan disiplin rohani. Ini berarti secara konsisten membangun kebiasaan berdoa, merenungkan firman Tuhan, dan menjaga hati serta pikiran kita tetap terfokus pada kehendak-Nya. Jangan menunda untuk memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan. Mari kita hidup setiap hari dengan integritas, kekudusan, dan kasih, seolah-olah itu adalah kesempatan terakhir kita. Dengan demikian, kita akan menemukan kedamaian, kekuatan, dan kesiapan untuk menghadapi segala sesuatu, serta menyambut kedatangan-Nya dengan sukacita dan penuh pengharapan.