Kisah Cinta Nabi Hosea dan Istrinya Gomer

Baca: 5 Menit
Kisah Cinta Nabi Hosea dengan Gomer

Siapa itu Hosea? Menurut Wikipedia, Hosea adalah anak Beeri dan seorang nabi di Israel pada abad ke-8 SM. Ia adalah salah seorang dari keduabelas nabi kecil dalam Kitab Suci Ibrani dan Perjanjian Lama orang Kristen. Tidak ditemukan dengan lengkap tentang kehidupan atau status sosial Hosea.

Nama Hose berarti ”Keselamatan ada pada TUHAN” atau “TUHAN adalah keselamatan”

Hosea hidup pada waktu di mana bangsa Israel sedang mengalami kekacauan akibat tidak mengandalkan Tuhan. Memang kala itu keadaan Israel cukup baik, tetapi negeri itu dipenuhi kejahatan, murtad kepada Allah, menyembah berhala, Yerobeam selaku raja pun melakukan hal yang sama.

Dalam kondisi seperti itulah, Allah mengutus hamba-Nya,Hosea, untuk memperingatkan bangsa itu agar berbalik kepada Tuhan. Hosea mempunyai keyakinan bahwa apabila bangsa Israel dibimbing untuk mempunyai pengetahuan yang sungguh akan Allah maka kelakuan dari bangsa Israel akan berubah.

Hosea menyampaikan pesan Tuhan kepada orang-orang di Israel, pada masa yang sulit sebelum kerajaan itu jatuh pada tahun 721 s.M. Ia sangat prihatin memikirkan keadaan orang Israel, terutama karena mereka menyembah berhala dan tidak setia kepada Tuhan.

Kisah Kehidupan Hosea

Kisah kehidupan Hosea cukup menarik, pada awal pelayanan Hosea, Tuhan memerintahkannya untuk mengawini wanita sundal dan memperanakan anak-anak sundal. Hal ini mencerminkan kehidupan orang Israel yang kala itu “bersundal” dengan mengacuhkan Allah. Mereka meninggalkan Allah dengan menyembah Dewa Baal.

Sundal menurut KKBI adalah buruk kelakuan (tentang perempuan); lacur; jalang; perempuan jalang; pelacur;

Pada awal pernikahan Hosea dengan Gomer binti Diblaim, Tuhan memberi memberi mereka seorang anak dan menamakannya sebagai Yizreel. Firman Tuhan tersebut tertulis di Kitab Hosea 1:4

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: ”Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel. – Hosea 1:4

Sayangnya, pasca kelahiran Yizreel, Gomer istri Nabi Hosea mulai berubah, ia terlihat tidak tenang dan tidak bahagia. Dia mencari kesibukan lain dan lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah. Hal itu membuat Hosea mencurigai istrinya.

Kemudian Gomer mengandung seorang anak, sedangkan Hosea yakin bahwa itu anak mereka. Walaupun Hosea tahu kebenaran itu, kasih Hosea kepada istrinya tidak berubah dan atas arahan Tuhan, anak itu dinamakannya Lo-Ruhama, yang berarti “tidak dikasihi”.

Hosea dan “Pelacur”

Tidak lama setelah itu, Gomer mengandung lagi dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Tuhan menyuruh Hosea menamakannya Lo-Ami yang berarti “bukan umatku”. Hal itu sekaligus menunjukan bahwa umat Israel tidak lagi berstatus sebagai umat Allah, dan Allah menolak mereka sebagai umatNya.

Suatu hari, Gomer meninggalkan Hosea dan pergi dengan selingkuhannya dengan diiming-imingi kelimpahan berbagai hal. Hosea mencoba menghentikannya beberapa kali namun tetap gagal. Selanjutnya, Hosea berhasil membawa Gomer kembali ke rumah dan mengampuni kesalahannya.

Sayang, pertobatan istrinya hanya sementara, Gomer kembali bersundal dengan kekasih barunya. Hosea yang mengetahuinya tetap menantikan kepulangan istrinya, dia percaya Tuhan bisa membuat istrinya kembali setia. Suatu hari Hosea mendengar kabar bahwa Gomer dibuang kekasihnya dan jatuh dalam perbudakan.

Kemudian Tuhan berfirman dalam Hose 3:1

Berfirmanlah TUHAN kepadaku: ”Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.” – Hosea 3:1

Kisah Cinta Nabi Hosea dengan Gomer

Lalu,Hosea membawanya dari perbudakan dengan 15 shikal perak dan 13 homer jelai. Dia membayarnya, membawanya ke rumah, dan mengembalikan kedudukannya sebagai istri. Hosea tetap mengasihi Gomer walupun ia seorang pezinah.

Nabi Hosea diutus Allah untuk memberitakan firman Allah bukan hanya melalui perkataan dan pengajarannya, tetapi dia juga bersedia menjadikan kehidupan pribadinya untuk terlibat secara total. Kehidupannya dipakai Allah untuk mengambarkan kehidupan umat Israel yang membelakangi Allah.

Pada zaman modern seperti sekarang, akan sangat sulit untuk menemukan seseorang dengan watak seperti  Nabi Hosea, bahkan orang yang bersikap seperti Hosea justru dianggap “bodoh” karena masih mau menerima wanita yang sangat tidak setia bahkan melacur seperti Gomer.

Tetapi, Hosea tetap pada keyakinannya dalam pelayanan kepada Tuhan, ia rela mengawini wanita sundal dan memperanakan anak-anak sundal. Tak lupa, Hosea benar-benar mengasihi Gomer sekaligus anaknya.

Hanya seseorang yang mengenal kasih dan pengampunan Tuhan yang bisa mengasihi dengan sempurna dan orang yang sudah mengalami pengampunan kasihNya tidak bisa selain mengasihi dan mengampuni orang lain.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

topik populer lainnya