Cara Berdo’a Yang Baik Dalam Kristen

Baca: 5 Menit
Cara berdo'a dalam Kristen

Sebagai seorang umat Kristiani yang percaya akan kekuasaan tangan Tuhan, memanjatkan do’a setiap hari menjadi sebuah kegiatan rutin yang sangat perlu untuk dilakukan. Sebagi sarana permohona diri,simbol napas hidup dan juga bentuk persekutuan diri kita terhadap Tuhan, membuat do’a memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan seorang umat Kristiani.

Sebagaimana dikatakan dalam injil Yesaya 26 ayat 16: “Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.” (Yes 26:16)

Menyadari jika do’a merupakan sebuah kegiatan yang memiliki sifat sangat religius, memanjatkan do’a bukanlah hal yang patut untuk dilakukan secara sembarangan.  Doa harus dipanjatkan dengan cara yang benar, seperti yang diajarkan dalam Alkitab agar berkenan di hadapan Tuhan Yesus Kristus.

Cara Berdo’a Yang Baik Dalam Kristen

Mengatahuhi cara berdo’a yang baik dalam Kristen menjadi hal pengetahuan dasar yang harus dimiliki bagi umat Kristiani, agar permintaan yang diinginkan akan dapat didengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yesus. Berikut ini adalah cara berdo’a yang baik menurut Alkitab dalam Agama Kristen:

1.Memandang Allah sebagai Bapa

Memanjatkan do’a bukanlah sebuah tindakan formal selayaknya kita  lakukan ketika berbicara dengan orang lain. Do’a merupakan sebuah kegiatan yang berhubungan langsung dengan Tuhan, sehingga kamu dapat menggunakan gaya bahasa selayakanya kamu berbicara dengan bapa secara jasmani.

Layaknya seperti hubungan seorang anak dengan ayahanya, Bapa akan senantiasa memberimu perlindungan, kasih dan juga pengampunan dari segala kesalahan yang telah diperbuat. . Hanya kepada Dia, kita menyembah dan membawa segala persoalan hidup.

2.Singkat dan tidak bertele-tele

Seperti halnya ketika kamu berbicara dengan orang yang bertele-tele, tentunya kamu akan merasa pusing sendiri. Begitu halnya dengan Tuhan yang tidak suka jika umatnya memanjatkan do’a dengan menggunakan bahasa yang bertele-tele, karena hal tersebut menggambarkan seperti orang yang tidak mengenal Allah.

Ketika memanjatkan do’a, seorang umat hanya perlu mengatakan apa yang diinginkan secara jelas dan detail, karena sebenarnya Tuhan sudah mengetahui segala hal yang kita inginkan, bahkan sebelum kita mengucapkannya.

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” (Matius 7:8)

3.Lakukanlah dengan tekun

Sudah banyak sekali ayat dalam Alkitab yang menjelaskan agar kita sebagai seorang umat untuk senantiasa tekun dalam memanjatkan do’a. Meskipun do’a memanglah bukan sebuah hal yang termasuk rutinitas, namun do’a merupakan sebuah media komunikasi yang digunakan oleh seorang umat guna berkomunikasi secara langsung dengan Tuhan Yesus.

Tuhan tidak pernah membatasi apapun yang ingin kamu bicarakan dengan-Nya. Tuhan Yesus senantiasa memberimu kebebasan penuh dalam menikmati kehidupan di dunia. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu sejenak guna menjalin komunikasi dengan-Nya dengan sarana do’a. Ingatlah! Tuhan Yesus merupakan sumber kekuatan dan pengharapan bagi semua umat.

4.Lakukan Disaat Kondisi Hati Sedang Bersih

Tujuan dari memanjatkan do’a tentu saja berharap agar Tuhan mau mengulurkan tangannya sehingga dapat mengabulkan segala hal yang kita inginkan. Layaknya memperbesar sebuah peluang kejadian, berdo’a di saat hati dalam kondisi bersih merupakan sebuah keharusan.

“Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.” – 1 Timotius 2:8

Berdasarkan ayat Alkitab di atas, semua umat manusia yang ada di dunia ini tentu saja tidak akan luput dengan dosa. Memebersihkan diri dengan cara meminta pengapunan menjadi hal utama yang harus dilakukan sebelum meminta pertolongan dari Tuhan Yesus.

5.Mengampuni kesalahan orang lain terlebih dahulu

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” – Matius 6:14-15

Berdasarkan firman di atas kita dapat mengetahui jika sebelum memanjatkan sebuah do’a kepada Tuhan, memberikan pengampunan terhadap kesalah orang lain menjadi hal pertama yang harus dilakukan, agar do’a yang kita pajatkan akan dengan mudah dikabulkan oleh Tuhan.

 

Trending hari ini🔥:

 

 

Cara Mengusir Setan Dalam Kristen

 

6.Tidak dilakukan untuk memperoleh pujian

Melakukan sesuatu hal hanya untuk memperoleh pujian dari orang lain(pamer) menjadi sebuah tindakan yang amat dibenci oleh Tuhan, begitu pula dengan halnya berdo’a. Memanjatkan do,a dengan tujuan pamer merupakan ciri-ciri orang munafik yang haus akan pujian dari orang lain. Menurut ajaran yang terdapat pada Alkitab, berdo’a sebaikanya dilakukan secara diam-diam di tempat tersembunyi dengan bersungguh-sungguh.

Itulah beberapa tata cara berdo’a yang baik dalam Agama Kristen. Semoga dengan mengetahui bagaimana cara berdo’a yang tepat dan benar, segala do’a yang kamu panjatkan akan lebih mudah didengar dan dikabulakan oleh Tuhan. Ingatlah! Tuhan meruapakan bapa yang mengetahui segala kluh kesah yang dialami oleh semau umatnya dan akan dengan mudahnya membeikan uluran tangan kepada umatnya yang membutuhkan dan bersungguh-sungguh dalam meminta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

topik populer lainnya